Kenapa Henti Jantung Sering Terjadi di Kamar Mandi?

  • Bagikan
penyakit
Henti jantung adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak, dipicu ventrikel fibrilasi yaitu gangguan sinyal listrik pada ventrikel Jantung/Foto : Istimewa

JAKARTA, ZOZ.MY.id – Henti jantung merupakan kondisi ketika jantung berhenti berdetak. Hal ini dipicu oleh ventrikel fibrilasi, yaitu gangguan sinyal listrik pada ventrikel jantung. Gangguan ini menyebabkan ventrikel hanya berdenyut, sehingga menimbulkan gejala jantung berdebar cepat dan tidak teratur. Meski begitu, di saat bersamaan dengan jantung berdetak, darah justru berhenti dipompa.

Akibatnya, jantung dapat berhenti seketika. Selain itu, kondisi ini menghentikan aliran darah ke seluruh tubuh dan mencetuskan gejala berupa sesak napas hingga hilang kesadaran.

Henti jantung dapat terjadi karena beragam faktor, termasuk sejumlah aktivitas yang dilakukan di toilet dan kamar mandi. Berikut penjelasannya:

1. Buang Air Besar

Buang air besar (BAB) merupakan salah satu penyebab henti jantung di toilet. Dijelaskan dr. Reza Fahlevi, hal ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki gangguan jantung dan punya tekstur feses keras maupun mengalami sembelit. Sembelit alias konstipasi merupakan kondisi kesulitan BAB.

“Ketika BAB mengeras, individu akan mengejan. Karena adanya kontraksi dari otot perut, kerja otot-otot jantung juga meningkat,” katanya.

Pada kondisi lain, aktivitas mengejan dapat pula menekan saraf vagus pencernaan. Dampak saraf vagus yang tertekan dapat menyebabkan detak jantung melambat, sehingga mencetuskan henti jantung.

“Selain itu, rasa nyeri akibat konstipasi juga membuat jantung berdebar, sehingga meningkatkan risiko henti jantung,” dr. Reza menambahkan.

2. Mandi Pakai Air Terlalu Panas Maupun Dingin

Mandi menggunakan air yang terlalu panas, dengan suhu melebihi 44 derajat Celcius dapat memengaruhi detak jantung. Hal ini juga berlaku ketika mandi menggunakan air yang terlalu dingin, dengan suhu di bawah 21 derajat Celcius.

Pasalnya, suhu air yang terlalu panas maupun dingin memaksa suhu tubuh beradaptasi dengan cepat. Kondisi ini menekan arteri dan kapiler yang dapat meningkatkan risiko henti jantung.

Arteri merupakan pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Sementara kapiler merupakan pembuluh yang bertugas menyuplai nutrisi dari darah ke jaringan tubuh.

Menurut studi yang dimuat Journal of General and Family Medicine, mandi menggunakan air yang suhunya melebihi suhu kamar juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Hal ini berlaku bagi individu yang punya masalah kardiovaskular.

3. Overdosis Obat

Pada beberapa kasus, henti jantung di kamar mandi terjadi karena overdosis obat-obatan tertentu. Obat yang kita maksud, misalnya obat tidur maupun obat-obatan rekreasional seperti narkotika.

Mengutip Healthline, penggunaan narkoba di kamar mandi ataupun sebelum memasuki ruangan tersebut, bisa meningkatkan risiko henti jantung. Karena itu, sangat tidak dokter sarankan menggunakan obat tidur maupun narkotika ketika sedang mandi.

Henti jantung di kamar mandi sangat mungkin terjadi. Sayangnya, karena kamar mandi merupakan ruang pribadi, tidak jarang penderita terlambat untuk diselamatkan.

Karena itu, jika memiliki riwayat henti jantung maupun gangguan jantung lainnya, jangan ragu untuk meminta anggota keluarga mengawasi ketika Anda mandi.

Jika sendirian, letakkan ponsel di tempat khusus yang aman dari air. Sehingga, Anda dapat segera meminta pertolongan saat mengalami gejalanya seperti nyeri dada, sesak napas mendadak, detak jantung tidak teratur, pusing, maupun muntah.

Sumber : klikdokter

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.