Mengungkap Manfaat Kemangi untuk Kesehatan Paru-Paru

  • Bagikan
tanaman
Kemangi alias basil tidak banyak yang menyadari bahwa tanaman dengan nama ilmiah Ocimum basilicum ini punya segudang khasiat bagi kesehatan/Foto : Istimewa

JAKARTA, ZOZ.MY.ID – Kemangi alias basil biasa dikonsumsi sebagai lalapan di Indonesia. Di Eropa, daun ini kerap disajikan sebagai pelengkap hidangan pizza ataupun pasta. Meski populer sebagai ornamen menu utama, tidak banyak yang menyadari bahwa tanaman dengan nama ilmiah Ocimum basilicum ini punya segudang khasiat bagi kesehatan.

Salah satu kegunaan kemangi yaitu mendukung kesehatan paru. Lebih lanjut, manfaat kemangi untuk paru antara lain:

1. Mengurangi Stres Oksidatif

Stres oksidatif merupakan kondisi ketika kadar sel radikal bebas di dalam tubuh melebihi antioksidan. Kondisi ini dapat mencetuskan kerusakan sel dan jaringan yang memicu peradangan, termasuk pada paru-paru.

Kemangi mengandung antioksidan seperti anthocyanin dan beta-karoten. Kedua antioksidan tersebut berperan melawan radikal bebas penyebab stres oksidatif.

Karena itu, mengonsumsi kemangi dapat membantu meminimalkan risiko kerusakan paru.

Untuk memperoleh khasiat kemangi secara optimal, konsumsilah kemangi segar yang belum diolah.

2. Membantu Mengurangi Risiko Kanker

Stres oksidatif dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit kronis, seperti kanker. Jenis kanker yang dapat mengganggu fungsi pernapasan yaitu kanker paru-paru.

Risiko kanker paru dapat kita minimalkan salah satunya dengan rutin mengonsumsi tanaman kemangi jenis holy basil. Daun holy basil mengandung senyawa fitokimia yang bermanfaat melindungi paru dari risiko pertumbuhan sel abnormal penyebab kanker.

Tidak cuma itu, fitokimia di dalam holy basil juga membantu menurunkan risiko kanker hati, kanker mulut, dan kanker kulit, menilik laporan WebMD.

3. Mengurangi Gejala Gangguan Pernapasan

Tanaman Kemangi jenis holy basil juga bermanfaat meredakan gejala batuk dan mengeluarkan dahak yang terpicu oleh sejumlah masalah pernapasan. Hal ini yang dr. Dyah Novita Anggraini sampaikan.

Holy basil bisa bantu mengeluarkan dahak dan membantu meredakan batuk pada penderita bronkitis alergi, asma, maupun penyakit paru karena eosinofilia,” jelasnya.

Bronkitis alergi merupakan kondisi peradangan bronkus (saluran paru) akibat alergi. Sementara, asma yaitu kondisi peradangan saluran pernapasan yang berlangsung kronis.

Adapun eosinofilia merupakan kondisi tingginya kadar eosinofil di dalam darah melebihi ambang batas normal. Berdasarkan British Lung Foundation, lonjakan eosinofil di dalam darah lambat laun dapat mencetuskan peradangan paru.

4. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

Menurut Pulmonary Associates of Brandon and Sun City, kadar gula darah (glukosa) tinggi akibat diabetes dapat menurunkan fungsi paru. Hal ini diduga terjadi karena peningkatan glukosa yang tidak terkendali mencetuskan peradangan pada organ pernapasan tersebut.

Sebuah studi yang jurnal Diabetes Care rilis bahkan mengungkapkan, penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2 berisiko lebih tinggi mengembangkan gangguan pernapasan seperti asma, PPOK, fibrosis paru, maupun pneumonia.

Untuk mengurangi risiko masalah pernapasan tersebut, salah satu cara yang bisa kita lakukan yaitu mengonsumsi kemangi dalam jumlah cukup secara rutin. Kebiasaan ini dapat membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga risiko kerusakan paru dapat kita minimalkan.

5. Membantu Melawan Infeksi Bakteri

Infeksi saluran pernapasan (respiratory tract infections) dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri.

Mengutip WebMD, kemangi dapat kita gunakan untuk membantu melawan infeksi bakteri pada saluran pernapasan. Hal ini tak lepas dari kandungan antibakteri pada kemangi.

Itu dia sederet khasiat kemangi untuk paru. Sebagaimana herbal lainnya, kemangi merupakan terapi perawatan komplementer yang hanya membantu mengurangi risiko dan gejala penyakit paru.

Untuk mengobati penyakit paru secara menyeluruh, berkonsultasilah kepada dokter spesialis paru. Metode perawatan yang tepat akan dokter berikan guna mengatasi masalah pada organ pernapasan Anda.(Fath)

Sumber : klikdokter

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.